Sejatinya diriku
Tidak banyak yang dapat kukatakan tentang diriku, karena aku hanyalah manusia biasa yang punya banyak kelemahan disana sini cuman yang dapat kukatakan tentang diriku adalah aku adalah seseorang yang menurut pendapat beberapa orang temanku, aku adalah manusia yang penuh dengan sentuhan humor, mungkin sepenuhnya memang benar, tetapi ada kalanya aku juga penuh dengan keseriusan, yang terkadang memang ada sentuhan humornya karena di dalam berkomunikasi aku pasti menyelipkan kata-kata yang dapat membuat orang tertawa.
Karena menurutku humor itu dapat mencairkan ketegangan, sehingga persoalan dapat terselesaikan dengan kepala dingin. Humor juga merupakan olah raga yang unik, karena semua otot-otot akan mengendur terutama di bagian muka. Dalam beraktivitas aku pasti selalu menyelipkan humor di dalamnya, karena itu terjadi dengan spontan dan tanpa aku rencanakan, selalu mengalir dengan sendirinya.
Tanpa panjang lebar lagi, aku akan menceritakan secara singkat tentang diriku, aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara, makanya nama tengahku adalah Eka, yang berarti pertama. Papaku saat ini sudah pensiun dari PT. Pos Indonesia, tbk sejak tahun 2008, mamaku berprofesi sebagai seorang wirausaha, selain sebagai ibu rumah tangga tentunya. Sedangkan adikku saat ini masih berstatus sebagai seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di jogjakarta, dan sudah hampir selesai, dan semoga kalau tidak ada halangan dia akan diwisuda pada tahun 2010.
Hobbyku ada 3 yaitu bermain musik, bermain komputer dan teknologinya serta traveling dan haiking, kenapa traveling dan haiking, itu dikarenakan aku pada dasarnya menyukai tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi, sehingga itu merupakan kesenanganku sendiri. Dan dengan kegiatan traveling ini, aku bisa merefresh kembali pikiranku. Hobby bermusik sudah aku jalani sejak berumur 11 tahun, dimana aku pertama kalinya dapat bermain gitar dengan lancar. Saat ini aku dapat memainkan alat musik sebanyak 4 buah yaitu gitar, bass, keyboard dan piano serta harmonika, mungkin tidak sebagus para maestro musik, tapi paling tidak aku dapat memainkan ke 4 alat musik tersebut dengan baik dan yang pasti bisa di dengar dengan baik pula. Bermula saat ku berumur 4 atau 5 tahun dimana pada saat itu aku sering disuruh oleh papaku untuk mengambil dan membawakan gitar untuknya dan aku sering diajak bernyanyi dengan papaku sebagai gitarisnya, tapi cuman sebatas di rumah saja. Dari situlah telingaku sering mendengar nada-nada dan irama-irama yang berintonasi teratur sehingga dari situ pulalah keinginanku untuk dapat memainkan gitar sendiri. Aku mulai belajar sendiri alat musik jenis gitar ini karena papaku sibuk pada waktu itu, tetapi juga sesekali beliau mengajarkan cara memegang kunci-kunci gitar, tapi kebanyakan aku sendirian didalam mempelajari alat musik gitar ini, sumbernya adalah dari buku, dari melihat saudara-saudaraku sewaktu bermain gitar dan dari papa sendiri juga, akhirnya hanya dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, akupun sudah mampu memainkan 7 kunci di dalam permainan gitar ini.
Kata ortu dan orang-orang lain, kalau seseorang sudah mampu memainkan alat musik gitar ini, maka sudah barang pasti dia dapat mempelajari alat musik yang lainya dengan mudah. Dan benar sesudah aku mampu memainkan gitar dengan lancar, akupun mulai mempelajari alat musik lain seperti gitar bass. Dulu aku punya grup band sendiri semasa SMP dan SMA, dengan aku bass sebagai alat musik yang aku bawakan. Selain alat musik bass, aku juga mulai mempelajari alat musik keyboard dan piano. Semua alat musik itu aku pelajari secara otodidak. Karena kebetulan papaku membeli sebuah keyboard berikut sound systemnya pada saat itu, sehingga mengapa tidak aku pelajari cara bermain keyboardnya. Memang ada kepuasan batin tersendiri jika kita mampu menguasai sesuatu yang tadinya kita kira sulit, seperti menaklukan gunung himalaya rasanya, hanya kuncinya “never give up” saja.
Selain musik aku juga menyukai teknologi tinggi, hal ini terdorong ketika aku masih di bangku SD kelas 1, saat itu aku terpesona dengan yang namanya astronot bahkan aku pun sempat bercita-cita ingin jadi astronot. Tapi cita-cita itu hanya bertahan selama beberapa tahun saja, lalu berubah pula cita-citaku, maklumlah waktu itu aku masih dalam tahap pertumbuhan, kemudian pada umur 12 tahun aku berkenalan dengan dunia komputer, inilah yang nantinya menjadi cikal bakal 6 tahun setelahnya dimana aku mengambil program studi teknik informatika. Semangat untuk terus mempelajari dunia yang satu ini telah tumbuh sejak aku duduk di kelas 1 SMP hingga sekarang ini, aku telah melihat komputer XT nan jadul bin jebot yang sempat papaku miliki, komputer 286, 386, 486 dan 586. hingga teknologi intel pentium mulai dari I sampai IV,celeron, dual core, core 2 duo.





