Structured Query Language (SQL)

Bahasa SQL adalah sebuah bahasa tingkat tinggi, berorientasi pada group data, non prosedur untuk relational database. Disebut bahasa tingkat tinggi karena memakai bahasa inggris. Disebut orientasi pada group data (tabel) karena berbeda dengan bahasa lainnya yang hanya mempunyai kapabilitas record. Bersifat non prosedur karena memberikan apa yang hendak kita inginkan dari informasi, bukan berdasarkan dengan cara apa kita harus mengambil informasi.

SQL dibuat pada tahun 1970 an di IBM San Jose Research Laboratories yang  merupakan bagian dari proyek system R. Bahasa SQL menjadi sangat penting dalam penggunaannya karena 2 alasan :

1. Bersifat portable karena aplikasi SQL yang dibuat di minikomputer bisa langsung digunakan di PC
2. Prosedur bahasa database yang dibuat di PC, bisa dipakai untuk mengambil data di minikomputer karena adanya
persamaan bahasa.

Standarisasi dari bahasa SQL dimulai dari tahun 1986 dari American National Standards Institute (ANSI) – X3.135-86 dan pada tahun 1987 oleh International Standards Organization (ISO). Tahun 1989, ISO dan ANSI mempublikasikan SQL Standard yaitu SQL-89 (SQL 1) diteruskan SQL-92 dan SQL-99.

Bahasa SQL didasarkan pada penggunaan untuk mendefinisikan dan memanipulasi obyek-obyek pada database namun supaya dapat dimanfaatkan pada aplikasi, dibuat pendekatan yang kita kenal dengan nama Host Language Interface yang digunakan untuk bahasa mesin mainframe seperti COBOL, C, PL/1 sedangkan dalam minikomputer kita kenal dengan nama Applications Programming Interface (API). Ada beberapa pendekatan untuk interface (layer) yaitu :
- Embedded Approach. Setiap perintah dalam program untuk mengakses database ditulis dalam suatu kesatuan dengna program. Biasanya dengan menggunakan karakter khusus seperti $. Kemudian program tersebut di compile.
- Library Approach. Dalam hal ini database telah menyediakan fungsi-fungsi khusus untuk memanggil perintah-perintah SQL yang diinginkan programmer.
- Approach Compared. Menggunakan kelebihan-kelebihan dari embedded dan library approach.

Kelebihan dari pendekatan Embedded adalah :
1. Spesifikasi SQL yang dibuat oleh programmer dalam source code adalah sama dengan SQL yang karena sama.
digunakan pada level interface ad-hoc. ini berarti query yang digunakan akan berjalan dengan baik
2. Kemampuan untuk dipakai dalam beberapa platform sejauh alat compile sama.

Kekurangan dari pendekatan Embedded adalah :
1. Proses compile dan precompile yang dibutuhkan prosedur pada aplikasi. hal ini tentunya tidak praktis bagi programmer dan programmer diharuskan terbiasa dengan source code (precompiler). karena original source code sering diubah maka berbeda dengan original source code.
2. Dibutuhkan tambahan gagasan (SQL dan bahasa programming) untuk mendukung akses database. Karena SQL adalah berdasarkan group data dan kebanyakan aplikasi memerlukan akses baris maka harus menggunakan cursors pada embedded SQL.

Sedangkan kelebihan dan kekurangan dari pendekatan library adalah :
1. Tidak portabel, sehingga tidak multiplatform. Namun jika aplikasi menggunakan DBMS dengan O/S dan platform yang sama maka dengan mudah dipindahkan.
2. Tidak perlu dicompile ulang seperti yang digunakan pendekatan embedded.
3. Penggunaan call function memudahkan dalam penulisan aplikasi.

  1. thanks atas infonya/..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.